BARU

Pupuk Organik Hayati Ultra Gen

Perpaduan Mikroba “Bhinneka Tunggal Ika” dan Unsur Hara hasil Teknologi Nano

Pupuk Organik Ultra Gen

Pupuk Organik Hayati Ultra Gen

Pupuk Hayati “Ultra Gen” adalah merupakan pupuk hayati cair yang mengandung lebih dari 24 mikroorganisme unggul dan gabungan unsur hara hasil rekayasa teknologi Nano, yang bekerja secara sinergi holistik dan berperan sebagai fabrikasi unsur hara dan “manajer” dalam mengelola keseimbangan unsur hara dalam tanah. Pupuk “Ultra Gen mampu menguraikan zat-zat kimia/beracun dalam tanah, menghasilkan hormon pertumbuhan, meningkatkan pertumbuhan tanaman mulai dari akar, batang, daun, bunga dan buah serta meningkatkan imunitas bagi tanaman dan melindungi tanaman dari hama penyakit.
Mikroba “Bhinneka Tunggal Ika”
Koloni mikroorganisme yang terkandung dalam pupuk Ultra Gen memiliki sifat dan peran yang berlainan yang terkadang dapat saling membunuh, padahal mikroba-mikroba yang berlainan jenis tersebut memiliki peran dan keunggulannya masing-masing. Namun setelah ditambahkan koloni mikroba hasil riset dari PT. Indonusa Panca Raya ternyata koloni mikroba tersebut mampu mempersatukan segala macam perbedaan jenis mikroba-mikroba yang ada menjadi suatu fungsi yang luar biasa dalam proses perbaikan tanah dan peningkatan hasil produksi tanaman budidaya. Itu sebabnya mikroba temuan PT.Indonusa Panca Raya ini dinamakan Mikroba “Bhinneka Tunggal Ika” yang merupakan mikroba yang berasal dari kearifan lokal Bangsa Indonesia.

Harga Sangat Terjangkau dan Ekonomis

Harga Eceran Pupuk Ultra Gen:

Ultra Gen Pertanian 78rb/liter dan Ultra Gen Perkebunan 98rb/liter

Kualitas telah teruji di berbagai lintas Komoditi dan Lintas Budaya

Untuk detail lebih lengkap tentang produk Pupuk Hayati Ultra Gen Silahkan Kunjungi PUPUK ULTRA GEN

DICARI AGEN PUPUK ULTRA GEN DISELURUH WILAYAH INDONESIA

SYARAT MUDAH, HANYA DENGAN MIN ORDER 100 LITER

1 KABUPATEN / KOTA HANYA DIPEGANG 1 AGEN

 

 

Sales dan Marketing:
021 – 99406060 (Tommy)
0852 1078 8008 (Tommy)
0812 1301 5825 (Iwan)
0878 8153 7526 (Lebon)
0838 7624 5944 (Hermawan)

 

Kami juga bisa dihubungi melalui berbagai media dibawah ini:
e-mail : pupuk.organik@live.com
yahoo messenger : pupuk.hayati
Facebook : pupuk.hayati.3
What’s Up : 088 111 33 590
Blackberry : 3140 D8DB
Line : 088 111 33 590

 

Dipublikasi di pupuk, pupuk bio P 2000 z, Pupuk Mikroba, pupuk organik | Tag , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Update Harga terbaru Produk Pupuk

PUPUK HAYATI (Mikroba Pembenah Tanah)

BIOP2000Z Pertanian: Rp.120.000/liter

 

 

 

 

 

 

 

BIOP2000Z Perkebunan: Rp. 150.000/liter

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PUPUK ORGANIK CAIR (BANYAK MENGANDUNG UNSUR HARA ORGANIK)

PHOSMIT ORIGINAL: Rp.35.000,-/liter

 

Hubungi:

0812 1301 5825

0852 1078 8008

0878 8153 7526

 

Dipublikasi di Uncategorized | 3 Komentar

Penerapan Pupuk BioP2000Z

Kedelai 4 meter tahu tempe (mungkin) bisa murah lagi…

 

Untuk menciptakan tanaman produktif para ahli tidak harus melakukan rekayasa genetika langsung pada tanaman itu. Buktinya, dengan pupuk yang diformulasikan secara khusus, tanaman kedelai bisa “dipaksa” menghasilkan kacang kedelai berlipat ganda.

Boleh percaya, boleh tidak. Tanaman kedelai yang biasanya memiliki tinggi tak lebih dari 70 cm, dengan jumlah polong antara 40 – 80, ternyata bisa “disulap” menjadi tanaman jangkung setinggi 4,5 m dengan jumlah polong 2.300 – 2.800 polong. Ruarrr biasa!

Namun, jangan membayangkan sosoknya menjadi besar seperti tanaman keras macam pohon nangka atau rambutan. Penampilannya masih tetap seperti dulu. “Hanya saja, batangnya sedikit lebih besar, lebih tinggi, dan berbuah lebih banyak,” ujar Ir. Ali Zum Mashar (32), pemelihara tanaman kedelai jangkung dan produktif ini.

Untuk membuat tanaman kedelai menjadi “raksasa”, Ali melakukan rekayasa pada pupuknya. Tanamannya tidak diotak-atik sama sekali. Lingkungan penanamannya pun tidak diberi perlakuan khusus, meskipun sebenarnya kedelai merupakan tanaman subtropis. Yang dia sentuh cuma tanah tempat kedelai itu tumbuh dengan memberi pupuk yang diformulasikan secara spesial.

Logikanya, jika tanahnya subur, tentu akan dihasilkan tanaman yang bagus. Hanya saja, Ali tidak lantas latah menggunakan pupuk kimia yang banyak tersedia di pasaran. Ia menggunakan pupuk hayati yang ia rekayasa secara khusus.

 Mikroba biangnya

“Secara alami ada ‘pabrik pupuk’ yang membuat subur tanaman dan tanah tempat tanaman bertumbuh. Namanya, mikroba,” ujar Zum. Jasad renik itu banyak jenisnya, di antaranya ada yang menghasilkan unsur natrium, fospat, kalium, dan zat kimia lain yang terdapat dalam pupuk kimia buatan.

Mereka memproduksi zat hara dan nutrisi melalui proses bio-perforasi. Selain memberikan zat hara pada tanah, mereka juga bahu-mambahu menciptakan keseimbangan mikro-ekologi ke dalam jaringan secara cepat. Sayangnya, tak semua tanah disusupi mikroba. Di sinilah pupuk hayati bikinan Zum mengambil alih peran mikroba.

Berawal dari pemikiran itu, yakni bahwa tidak setiap tanah mengandung mikroba yang bisa menghasilkan zat hara dan nutrisi, Ali tergerak untuk meneliti dan mengumpulkan bermacam-macam mikroba penyubur tanaman dari ujung daun hingga ke dalam tanah. Selama kurang lebih 10 tahun, alumnus Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto, ini berkutat meneliti mikroba apa saja yang bisa menyuburkan tanaman dan ramah bagi manusia maupun lingkungan.

Dari satu dekade berburu mikroba itu, terkumpullah 18 jenis mikroba, di antaranya cyano-bacter, azospirella, dan pseudonomy bacter. Dengan formula tertentu, para jasad renik itu diadon menjadi pupuk hayati baru yang oleh Ali diberi nama Bio P2000 Z (Bio = bahan hidup, P = perforation technology, 2000 = tahun pembuatan, Z = Zum, nama tengah Ali).

 Secara alami mikroba ini akan berkembang terus, namun secara alami pula ia akan mati dengan sendirinya jika sudah jenuh dan tugas dan kewajibannya selesai.

Diharapkan, pupuk Bio P2000Z ini bisa menjadi alternatif, menyusul dicabutnya subsidi pupuk oleh pemerintah . Nilai lebih pupuk hayati ini, ia mampu mengembalikan kesuburan tanah yang rusak akibat bertahun-tahun dijejali pupuk kimia buatan pabrik. Endapan pupuk di dalam tanah bisa diurai oleh mikroba dalam pupuk Bio. Petani tak perlu lagi membeli pupuk kimia.

Soal harga pun, bisa diadu. Harga seliter pupuk Bio P2000Z cuma Rp 120.000,-. Padahal, isinya mungkin setara dengan 200 kg urea (seharga Rp 200.000,-), 50 kg fosfat (Rp 90.000,-), dan setara 40 kg pupuk KCL (Rp 60.000,-). Jika merasa kemahalan, pupuk ini bisa diencerkan lagi dengan cara fermentasi selama 48 jam (dengan menambah 1 kg gula, 1 kg urea, dan 20 l air). Seliter pupuk bisa diencerkan menjadi 20 l pupuk cair. Jadi, harganya memurah menjadi sekitar Rp 5.000,- seliter.

Zum sendiri telah mengujicobakan pupuknya untuk berbagai tanaman produksi dan lahan pertanian, termasuk lahan gambut. Sebagai contoh bukti hasil pemakaian pupuk Bio P200Z, Zum menyatakan, pupuk itu mampu meningkatkan jumlah panen kedelai, yang semula 1,2 ton per ha menjadi 4,5 ton per ha dalam enam kali pemupukan dengan jeda 1 – 2 minggu.

Untuk mendapatkan kedelai tingkat raksasa seperti di awal tulisan ini, tanaman perlu dipupuk dua kali seminggu. Tiap ada tunas baru, semprotlah daun, batang, dan tanahnya dengan pupuk ini.

Didasari keprihatinan
Pupuk Bio P200Z barangkali tidak akan pernah tercipta bila Ali Zum Mashar tidak didera rasa prihatin melihat kondisi ekonomi petani sejak ia duduk di bangku kuliah. Akibat revolusi hijau, produksi pertanian digenjot menggunakan pupuk kimia. Pada awal panen hasilnya memang memuaskan, tetapi untuk selanjutnya petani malah merugi. Setiap musim tanam, petani harus punya modal untuk membeli bibit, pupuk, dan pestisida.

Ketika panen, belum tentu petani bisa langsung tersenyum bahagia meraup untung dan menutup utang modalnya. Soalnya, harga jual hasil panen masih bisa digoyang untuk menguntungkan pihak tertentu. Petani akan lebih merana lagi jika tanamannya ludes diserang hama. Kalau demikian, dengan apa lagi petani bisa membayar utangnya?

Jika kondisi seperti itu berlangsung terus-menerus, petani bisa makin jatuh melarat, begitulah Zum membatin. Kalau akhirnya petani kemudian menggantung paculnya, “Ini bahaya, negeri kita bisa rawan pangan. Meskipun bisa impor pangan, hal itu tidak bisa dilakukan terus-menerus.”

Menurut Zum, salah satu kunci penyebab kemelaratan petani yaitu karena ketergantungan petani dengan pupuk buatan. Takaran penggunaan pupuk buatan ini untuk satu satuan luas perlu terus meningkat. Dari segi biaya, ini tentu menambah ongkos produksi yang memberatkan petani.

Pemakaian urea yang berlangsung terus-menerus dan bertahun-tahun juga membuat tanah menjadi seperti plastik. Akibatnya, tanah tidak bisa bernapas dan air pun tidak bisa meresap. Ini baru akibat ulah urea. Belum akibat pupuk lain seperti TSP dan fosfat yang membuat tanah menjadi asam.

Kalau sudah begitu, akar tanaman sulit berkembang dan hidup. Padahal, dari yang dipelajari Ali, sesungguhnya tanaman bisa subur secara alami tanpa diberi pupuk kimia buatan. Maka, ia pun berupaya untuk menciptakan formula pupuk hayati yang bisa memberi zat hara cukup bagi tanaman, tetapi tidak merusak tanah. Hasilnya, ya pupuk hayati Bio P200 Z itu.

Dipublikasi di pupuk, pupuk bio P 2000 z, Pupuk Mikroba, pupuk organik | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Komentar

Gurun Pasir mungkin menjadi Lahan Pertanian

KEDATANGAN profesor dari Arab Saudi awal 2009 menjanjikan tantangan baru bagi Ali Zum Mashar. Profesor Nabil Y Kurashi, salah satu ilmuwan penting di Arab, mewakili negaranya datang menemui Ali di Indonesia. Mereka rupanya penasaran dengan Strain (varian) mikroba temuan Ali yang bisa menyuburkan lahan marginal seperti pasir, gambut, bahkan bekas galian tambang. Di kepala mereka, tebersit harapan menghijaukan gurun pasir.

Ali lantas membawa profesor kesehatan keluarga dan masyarakat Universitas King Faisal itu ke laboratoriumnya di Cianjur dan Bogor. Utusan negara kaya minyak itu terkesan. Strain mikroba temuan doktor dari Institut Pertanian Bogor itu bisa menyuburkan pasir, tahan perubahan iklim yang ekstrem, bahkan bekerja sangat baik pada eks lahan tambang.

 Ali dan para Professor dari Arab SaudiPenerapannya juga mudah. Bagaimanapun, di negara-negara berpadang pasir, bertani di gurun ialah obsesi. Apalagi Arab Saudi punya gengsi setidaknya mengimbangi teknologi pertanian Israel yang maju. Ali pun dipinang.

Tawaran itu mengobarkan jiwa peneliti Ali. Dalam benaknya, gurun hijau akan menjadi penyeimbang emisi yang diakibatkan bahan bakar-Arab Saudi ialah negara kaya minyak.

 Mantan pembina transmigrasi di Kalimantan Tengah itu menyanggupi. Jadilah proyek bermodal dana hibah itu berjalan dengan salah satu rencana ialah mendirikan pendidikan agrikultural. Sebagai awalan, ada lahan seluas 300 hektare di Dubai dan 30 hektare di Jeddah yang siap digarap.

 Untuk proyek itu, Ali menyiapkan satu tim ahli pertanian. Ali juga mengajak serta ahli kultur jaringan. Mikroba unggulan pun disiapkan untuk berkerja menjadikan gurun berpasir sebagai tanah pertanian. Sebetulnya, pinangan Arab Saudi bukan satu-satunya tawaran dari luar negeri. Ali semata tertarik karena tantangan menyuburkan gurun. Plus, mengirimkan ahli pertanian dan formula penting untuk menyulap gurun pasir sebagai lahan pertanian ialah langkah penting Indonesia menjadi lebih terhormat. “Bagi pemerintah, pengiriman TKI (tenaga kerja Indonesia) ke Arab ialah sumber devisa. Bagi TKI, itu sumber penderitaan. Tapi tetap dilakukan juga toh? Saya kira mengirimkan tenaga ahli ke sana kan jauh lebih terhormat,” ujar Ali, Selasa (3/2) di Hotel Ibis, Slipi, Jakarta.

 Sore itu Ali tengah bertemu kolega bisnisnya. Maklum, menjadi peneliti di Indonesia harus tangkas menggerakkan roda kesejahteraan sendiri. Ali menakhodai PT Alam Lestari Maju Indonesia. Salah satu produknya ialah pupuk hayati BioP2000Z-pupuk berbahan baku ragam mikroba. Bagi petani, pupuk organik itu benar-benar menjadi solusi. Panen kedelai, misalnya, berlipat ganda setelah menggunakan pupuk buatan Ali. Lahan 1 hektare yang biasanya hanya menghasilkan 1-1,5 ton menjadi 4 ton. Padahal kedelai itu ditanam di lahan gambut yang hanya memiliki sedikit unsur hara.

 Pupuk buatan Ali terbukti andal untuk ragam palawija dan sudah dipatenkan internasional-mula-mula di Swiss lalu menyusul 121 negara. Lantaran itu pula, Ali dianugerahi penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009. Ali juga didapuk menjadi Staf Ahli Menteri Transmigrasi dan Tenaga Kerja. “Mudah-mudahan implementasi teknologi pe-nyuburan lahan di negara ini tidak kalah cepat dengan Arab Saudi,” kata suami Sonni Anna itu.

 Berburu mikroba

 Lebih dari separuh hidupnya, Ali bergumul dengan mikroba. Sejak kuliah pertanian di Universitas Soedirman Purwakarta, Jawa Tengah, Ali sudah menemukan banyak varian mikroba. Mental penel-itinya diuji sejak menyiapkan skripsi. Saat itu Ali berupaya menghidupkan mikroba di media air jambu mete yang keras. Penelitiannya tergolong tidak umum di antara rekan-rekannya satu jurusan yang banyak meneliti tempe dan nata de coco. Laboratorium yang dipakai bersama-sama membuat sampel Ali kerap terkontaminasi. Saat dibekukan di mesin pendingin tukang es malah terkontaminasi garam. Air jambu mete jadi asin. “Akhirnya pakai oven. Saya panas-kan sampai 200 derajat. Saya pakai sarung tangan dan melakukan pemindahan kultur di oven. Ya panas, tapi bisa,” katanya, terkekeh.

 Kelak, pengetahuan sterilisasi ini menuntun kesuksesan Ali mengondisikan lahan gambut di Kalimantan Tengah. Namun saat itu, siasat Ali tidak diamini dosen pembimbing karena melenceng dari prosedur. Penelitian itu dituntaskan Ali dalam tiga tahun. “Ya itulah dosa saya,” kata Ali lalu tertawa.

 Sukses di lahan gambut

 Pada 1996, Ali ke Palangkaraya. “Saya melihat sendiri, di sana tidak ada satu pun petani yang mengusahakan lahannya untuk bertani. Jadi mereka tefgantung pangan dari Jawa,” katanya.

Lahan di Palangkaraya tergolong ganas bagi pertanian konvensional. Lapisan atasnya ditutupi gambut, sedangkan di lapisan bawah terdapat pasir kuarsa. “Ada yang kemudian membakar gambut untuk bertani. Kalau terus-terusan, Palangkaraya bisa jadi gurun pasir.”

Saat itu, Ali membawa strain mikroba temuannya saat kuliah. Dia mencobakan mikroba itu ke dalam pot berisi tanah gambut untuk menanam tomat. Berhasil. Meski belum yakin betul, Ali mulai punya bayangan bahwa gambut tidak seburuk sangkaan orang.

Lulus tahun 1997, sarjana baru itu bergabung dengan program transmigrasi andalan Soeharto Proyek Pengembangan Lahan Gambut Sejuta Hektare. Pada 1998, Ali ditempatkan di daerah Kapuas. Faktor kesulitannya tinggi. “Di atas gambut, di bawah racun. Banyak kandungan pirit (FeS2), aluminium, besi dan mangan (Mn).”

Lantaran itu lahan Kapuas seolah membal. Jika dipaksakan, tanaman tahunan keburu mari sebelum dipanen. Tanaman musiman seperti palawija juga tidak akan bertahan karena unsur haranya sangat minim. Saat itu, solusi instan datang dari pemerintah. Berton-ton kapur dikapalkan ke Kalimantan untuk menetralisasi keasaman gambut. Satu ten kapur ditebar di atas 1 hektare lahan. Saat Sungai Kapuas meluap, tanah itu kembali asam karena kapurnya tercuci. Sistem drainase juga bukan solusi karena pirit justru masuk ke perairan dan membunuh ikan-ikan di Kapuas. Ali makin yakin, substansi masalah terletak pada gambut itu sendiri, yaitu bagaimana mengondisikan kesuburannya.

Pertanyaan itu menggayuti Ali berhari-hari. Ia belum yakin, temuannya yang sukses di Palangkaraya-membenamkan mikroba pada pasir–bisa berhasil di Kapuas. Saat berjalan-jalan mengunjungi temannya yang bertugas di kawasan dekat Barito Selatan, Ali menemui anomali. “Di sana, gambutnya lebih dalam. Tapi ada tanaman sejenis kacang-kacangan, juga ada yang berdaun lebar. Tumbuhan itu bukan vegetasi asli gambut, tapi bisa hidup normal.”

Cepat Ali mengambil sampel dan membawanya ke tempat ia bekerja. Ia melakukan isolasi di laboratorium sederhana. Pengalaman saat skripsi menyelamatkan Ali. “Kuncinya api. Kita bekerja pada tabung reaksi diatas api. Yang penting steril,” ujarnya, tersenyum.

Strain mikroba yang ia biakkan itu kemudian dicobakan ke petani binaannya. Beberapa kali, kedelai, jagung, dan cabai terbukti berhasil ditanam di lahan gambut yang sudah diberi mikroba. Saat ber-tanam padi, Ali seperti berjudi. Dalam sejarah, belum ada yang mampu menanam padi di lahan gambut. Toh Ali berhasil, panen padi menjadi 6 ton per hektare.

Keberhasilan itu tersiar cepat. Ahli tanah dari IPB, Profesor Goes-wono Soepardi, termasuk yang angkat topi. Ali mematahkan pendapat buruknya Kalimantan untuk pertanian karena tanah tidak subur -mengandung pasir kuarsa, sulfat masam, pirit, dan gambut.

“Tapi orang salah. Iklim di sana luar biasa untuk pertanian. Kalau tanah bisa dikondisikan, kita bisa jadikan Kalimantan sebagai sentra tebu dan singkong. Juga kedelai. Pangan kita bisa mandiri segera. Negara ini akan merdeka lepas dari tekanan-tekanan negara lain,” tegasnya. (M-2)

sumber: mediaindonesia.com (februari 2010)

Dipublikasi di pupuk, pupuk bio P 2000 z, pupuk organik | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 8 Komentar

Pupuk Bio P 2000 Z

Kurangi Penggunaan Pupuk BioP2000z

Senin, 10 Januari 2005

BREBES- Penghapusan subsidi pupuk untuk jenis ZA dan SP-36 oleh Pemerintah Pusat, memerlukan solusi agar tidak memberatkan petani. Solusi itu kemarin (9/1) disampaikan oleh PT Alam Lestari Maju Indonesia yang memproduksi pupuk organik perforasi Bio P 2000 Z, di depan anggota Paguyuban Retailer 2 Brebes (PR2B) Kabupaten Brebes.

Dalam sebuah pertemuan di Rumah Makan Kopti Jl Raya Klampok, Direktur CV Sumber Tani Risan Wiraditama memaparkan, solusi atas penghapusan subsidi untuk beberapa jenis pupuk adalah dengan menggunakan produk Bio P 2000 Z. Produk itu mampu membantu petani dalam hal pengeluaran biaya pembelian pupuk sampai 30%, khususnya untuk tanaman padi dan palawija.

“Kita memang sedang memperkenalkan produk baru ini. Produk ini telah memperoleh hak paten internasional dan penghargaan dari MURI,” papar Risan, penyalur produk tersebut.

Sebagaimana diketahui, pemerintah sejak 1 Januari 2004 mencabut subsidi untuk beberapa jenis pupuk. Hal itu dilakukan setelah Panitia Anggaran DPR RI menolak usulan Departemen Pertanian tentang pemberian subsidi pupuk untuk petani. Subsidi hanya berlaku untuk jenis urea dan NPK. Untuk pupuk ZA dan SP-36 tak lagi memperoleh subsidi.Kedelai Raksasa Penghargaan MURI

Produk itu bagi sebagian petani di wilayah Brebes selatan sudah banyak yang menggunakan, terutama di wilayah Kecamatan Salem dan Bantarkawung. Tentang keunggulan Bio P 2000 Z secara ekonomis mampu mengurangi biaya pembelian pupuk sekitar Rp 300.000/ha. Dia mencontohkan, satu hektare lahan membutuhkan Rp 1.045.000, namun dengan tambahan Bio P 2000 Z cukup mengeluarkan sekitar Rp 700.000 dengan rincian penggunaan Bio P 2000 Z cukup tiga liter atau Rp 240.000 plus tambahan pupuk organik yang diperlukan.

“Penggunaan pupuk ini bisa dikombinasikan dengan pupuk lain, sehingga akan lebih menghemat biaya,” paparnya.

Selain menghemat biaya, produksi akan berlibat ganda sehingga panenan akan meningkat sampai 300%. “Kesehatan dan ketahanan tanaman terhadap serangan patogen lebih bagus. Bahkan mampu memicu hijau daun secara efisien.”

Dari beberapa jenis tanaman yang sudah diuji coba Bio P 2000 Z dan kemudian memperoleh penghargaan MURI adalah jenis tanaman kedelai yang mampu mencapai ketinggian lima meter. Padahal tanaman tersebut layak kita jumpai hanya setengah meter.(wh-90s)

sumber: koran Suara Merdeka – Jawa tengah, Januari 20005

Dipublikasi di pupuk, pupuk bio P 2000 z, pupuk organik | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Ali Zum Mashar: Penemu Pupuk Organik Mikroba Google

Kelangkaan pupuk di Indonesia dan harganya yang tinggi menimbulkan masalah bagi petani kita. Padahal, dengan kemajuan teknologi, akan banyak penemuan baru yang nantinya membuat hidup manusia dan semua mahluk hidup di bumi ini menjadi lebih baik dan lebih mudah. Salah satunya adalah penemuan dari Ir. Ali Zum Mashar, MA.M.Si., peneliti di Depnakertrans, yaitu Pupuk Organik Unggul.Penghargaan dari Presiden megawati

Mikroba Google dengan teknologi Bioperforasi (yang diberi nama Bio P 2000 Z), dengan harga yang relatif murah. Untuk temuan ini, Ali menjadi salah satu pemenang Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2009 di bidang pangan.

Menurut Ali, mahasiswa S3 program studi Ekonomi Sumber Daya Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, Teknologi Bioperforasi (menyuntikkan mikroba ke dalam tanah) berfungsi untuk menyuburkan tanah dengan memanfaatkan mikroba yang ditambah energi matahari dan air.

 Fungsi lainnya juga menyuburkan kembali tanah yang tidak subur/lahan kritis, seperti tanah bekas tambang, tanah berpasir, lahan gambut, atau tanah yang sudah rusak/terjadi kekentalan tanah karena penggunaan pupuk kimia yang sudah terlalu lama.

 Ali mengatakan, pupuk mikroba google sudah pernah diujicobakan pada bekas tambang emas di Kerengpangi, Kalimantan Tengah.

Dengan menggunakan 3 liter pupuk mikroba google untuk tiap hektarnya, lahan penambangan emas dapat subur kembali. Sedangkan untuk tanah berpasir, membutuhkan waktu yang lebih singkat.

 Untuk menyuburkan tanah bekas tambang, ungkap Ali cukup menggunakan pupuk organik ini sebanyak 8 liter per hektar selama 3 tahun, dijamin kondisi tanah menjadi subur kembali.

 Mikroba google juga dapat mereklamasi lahan kritis akibat tumpukan lumpur Lapindo Porong, Sidoarjo Jawa Timur. Dengan menggunakan mikroba google, saya jamin dalam tempo satu tahun, lumpur Lapindo bisa ditanami kembali” tegas Ali.

 Ali menerangkan disebut mikroba ‘google’ karena mikroba tersebut bekerja seperti google, mencari secara otomatis apa yang perlu untuk menyusun bahan organik yang dibutuhkan di dalam tanah.

 Mikroba google adalah mikroba yang mencari/melacak zat potensial dari kandungan mineral tanah yang tersembunyi sebagai pemacu pembangun biosintesis mikroorganik dan bioaktivator tanah, sehingga mampu mengkondisikan kesuburan tanah secara alami.

Kemampuan lainnya adalah menetralisir racun dalam tanaman serta membangkitkan gen yang tertidur dalam tanaman, sehingga memacu pertumbuhan dan produksinya.

Ali menegaskan bahan pupuk mikroba google ini bahan hayati baik flora maupun fauna yang digunakan sebagai bahan yang membantu menyuburkan tanah yang gersang atau sebagai nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Penggunaan pupuk cair mikroba google Bio P 2000 Z ini mampu meningkatkan hasil pertanian dua sampai tiga kali lipat. Produksi kedelai meningkat tiga sampai empat kali lipat dari sebelumnya. Begitu juga dengan hasil pertanian lainnya, seperti jagung, padi, durian, mangga, rambutan, kelapa sawit, karet, dan kakao.

Pupuk organik ini, kata Ali, tidak mempunyai efek samping dan ramah lingkungan dan hemat. Selain dapat digunakan oleh petani tradisional, pupuk ini juga dapat digunakan untuk tanaman hidroponik.

Ali mengharapkan dia bisa membantu petani yang kurang informasi dan teknologi agar lahan sebagai aset dapat mempunyai hasil yang lebih tinggi, yang akhirnya dapat mensejahterakan petani Indonesia. Ali juga menghimbau petani kita bisa percaya diri untuk memberdayakan teknologi ini, kemudian negara kita akan mencapai swasembada pangan.

Sumber: Ristek

Dipublikasi di pupuk bio P 2000 z | Tag , , , , , , , , , , , , , | 9 Komentar

Ekspor Pupuk Mikroba ke Arab Saudi

Di Pulau Jawa, masyarakat banyak memiliki kebiasaan bertani atau berkebun diluar pekerjaaan sehari-hari. Karena di pulau Jawa banyak terdapat gunung berapi yang membuat tanah Jawa begitu subur sehingga ibarat tinggal menancapkan tongkat saja besoknya sudah tumbuh pohon baru. Lain halnya di Kalimantan yang memiliki banyak gunung batubara. Akibatnya tanah di Kalimantan tidak terlalu subur. Seringkali tanaman menjadi kering sendiri karena sang akar tersengat panas yang tersimpan dalam tanah, Karena itulah untuk menyalurkan hobi berkebun semua warga Balikpapan lebih suka menanam dalam pot atau polibag.

Biop2000z pada tanaman padi

Lain halnya kalau Anda pergi ke pelosok Kalimantan. Di sana Anda akan menemui tanah berawa becek yang kita sebut sebagai tanah gambut. Di beberapa daerah ada lahan gambut yang di lapisan bawahnya terdapat pasir kuarsa. Di daerah yang lain ada lahan gambut yang di bawahnya terdapat kandungan racun dan logam tinggi seperti pirit, aluminium, besi dan mangan. Karena itulah saya angkat topi terhadap keuletan para transmigran dari Jawa yang dengan tekun dan sabar mau menjadi petani di Kalimantan sini, padahal tanaman musiman tidak akan bertahan karena unsur haranya yang sangat kurang.

Di penghujung masa pemerintahan Soeharto terdapat Proyek Pengembangan Lahan Gambut Sejuta Hektar. Saat itu ada solusi instan dari pemerintah. 1 ton kapur di tebar di atas setiap 1 hektar lahan gambut. Tapi kalau Sungai Kapuas meluap, tanah kembali menjadi asam karena kapurnya sudah tercuci kembali. Solusi lain untuk membangun sistem drainase, ternyata membuat Pirit masuk ke sungai dan membunuh ikan-ikan di sungai.

pupuk biop2000z pada kedelaiMembaca artikel tulisan Asni Harismi di Media Indonesia edisi Kamis, 4 Februari 2010 mengenai sosok berprestasi bernama Ali Zum Mashar. Rasa kagum, bangga dan penasaran terhadap sosok Pak Ali semakin menjadi bukti yang kesekian bahwa faktanya adalah pemerintah yang selalu terlambat dan bermasalah, sementara rakyatnya banyak pintar, cerdas dan kreatif mencari solusi.

Di artikel tersebut ditulis bahwa pada tahun 1996, Ali pergi ke Palangkaraya sambil membawa strain mikroba temuannya saat kuliah. Dia mencobakan mikroba tersebut ke dalam pot tanah gambut bercampur pasir kuarsa dengan tanaman tomat. Dan cara ini berhasil.

Saat menjadi sarjana yang tergabung dengan proyek gambut sejuta hektar, dia menemukan bahwa di salah satu lahan gambut di Barito ada tanaman kacang-kacangan dan tanaman berdaun lebar yang tumbuh subur, padahal itu bukan tanaman asli lahan gambut. Langsung saja di ambil tanah di sekitar lokasi itu. Di laboratorium, strain mikroba yang berada di sampel tanah tersebut dibiakkan lalu dicobakan ke petani binaannya. Teorinya berhasil dengan berhasilnya pertanian kedelai, jagung, cabai dan padi di lahan gambut Kalimantan. Bahkan panen padi bisa sampai 6 ton per hektarnya.

Karuan saja, Ali mengambil langkah lanjutan untuk membuat usaha sendiri dengan nama PT Alam Lestari Maju Indonesia yang salah satu produknya adalah pupuk hayati Bio P2000Z, pupuk berbahan baku ragam mikroba. Pupuk tersebut diklaim sudah menjadi solusi bagi para petani lahan gambut. Pupuk tersebut bahkan sudah dipatenkan secara internasional di Swiss dan 121 negara lainnya. Tahun 2009, Ali mendapatkan penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa. Ali juga diminta menjadi staf ahli Menteri Transmigrasi dan Tenaga Kerja.

pupuk biop2000z pada sawitIni yang penting. Awal tahun 2009, datanglah Prof. Nabil Y. Kurashi sebagai utusan Arab Saudi untuk meminta Ali membantu Arab Saudi menghijaukan gurun pasir di sana bersama mikrobanya. Sebagai awal, Ali diberikan lahan 300 ha di Dubai dan 30 ha di Jeddah untuk proyek ini. Untuk itu Ali menyiapkan 1 tim ahli pertanian dan kultur jaringan. Mikroba unggulan disiapkan untuk bekerja menjadikan gurun pasir menjadi tanah pertanian. Pak Ali berkata bahwa bagi pemerintah, pengiriman TKI ke Arab Saudi adalah sumber devisa, padahal bagi TKI itu sumber penderitaan. Tapi toh tetap dilakukan pemerintah juga. Sekarang Pak Ali memilih untuk mengirim tenaga ahli plus mikroba untuk ke Arab Saudi, itu jauh lebih terhormat ketimbang yang dilakukan pemerintah.

Apakah hanya negara lain yang menghormati otak Indonesia ? Pak Ali berkata,”Mudah-mudahan implementasi teknologi penyuburan lahan di Indonesia tidak kalah cepat dengan usaha saya di Arab Saudi”.

Dipublikasi di pupuk bio P 2000 z | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar